and when the flowers bloom, i hope that we can too
Manusia itu aneh ya, disatu sisi dia bisa membuat kita jatuh cinta tapi disisi lain dia bisa membuat kita menangis kesedihan. Manusia unik dengan caranya, kadang semanis madu dan kemudian sepahit obat. Aku mencoba untuk berada ditengah rasional, untuk berpikir haruskah aku mundur atau tetap bertahan akan perasaan campur aduk ini. Kita dua manusia yang mencari peruntungan keajaiban.
Atau kamu hanya manusia sebagai penghantar obat lukaku sementara? Tapi aku harap bukan itu tujuan utamamu hadir. Aku ingin kita saling menjadi obat penawar luka dan pembawa kebahagiaan.
Aku ingat hari selasa; jam setengah empat pagi kamu menemaniku lembur dengan dilengkapi secangkir teh hangat, kamu membuat aku bersyukur. Kita terbangun layaknya zombie, sama-sama mengantuk dengan mata perih.
Aku ingat sore harinya, kamu menawarkan berbagai solusi agar aku bisa pulang selamat sampai rumah ditengah hujan saat pulang kerja dan berakhir menumpang denganmu.
Mungkin semenjak senin kamu sudah mencuri hatiku, atau semenjak kamu berkata untuk tidak selamanya kewajibanku menyenangkan oranglain.
Kamu masih jauh dari kriteriaku, tapi ada bagian dimana kriteria itu tertutup begitu saja karna rasa aman ditengah badai hidupku. Kamu menawarkan air ketika aku kehausan dan kamu memberi pelukan saat pundakku rasanya begitu berat untuk menempa semua derita dunia.
Maafkan diriku yang belum mampu membalas usahamu seribu persen besar, aku dengan energiku hanya mampu memberimu setengahnya tapi bila kamu memberikan kesempatan itu, aku akan berusaha untuk memberikan selayaknya kamu mendapatkan. Maaf aku terlalu meminta obat penenang padahal kau pun juga butuh kelegaan. Beri aku kesempatan itu agar aku bisa memberikanmu perasa lega akan harimu yang gundah.
Ada banyak cerita yang ingin aku dengar darimu dan ada banyak kisah luar biasa yang ingin aku bagikan bersamamu. Jadi, aku percaya, rasa penatmu sebentar lagi akan terobati.


Komentar
Posting Komentar