Light
Lalu kerlipan malam bertanya padaku akan setiap hitungan foto yang kuambil, aku melihatmu dalam jangkauan kata yang sulit keluar dari mulutku yang terasa kelu saat diterjang angin musim gugur.
Aku ingat ketika ia berjalan; tangannya menggenggam kamera dan merekam setiap memori untuk menjadi bahan tawaan dan segar senyuman di hari yang akan datang. Aku pun mempunyai salinannya, hasil gambar tentangnya yang tersimpan apik tak tersentuh.
Aku ingat ketika ia mengudara menerbamgkan sejuta senyuman; malam itu ia lagi-lagi berada dibawah lampu temaram di tengah kota yang terkenal akan pariwisatanya dan tak banyak aktivitas yang terjalin, hanya menyusuri setiap lekuk kota sambil menatap satu persatu kesempatan.
Coat coklat penghantar malam, setiap jejak yang kutinggalkan meninggalkan bekas dalam bayangan bintang. Jika lupa, aku pengikutmu. Pengagum jarak jauh yang tersingkir oleh ribuan angin yang diiringi deburan ombak
Aku jatuh hati disetiap kerlingan pijakan yang kau tuai dalam satu tarikan napas yang selalu membelengguku dalam kemelut luka akan harapan
Lagi-lagi aku jatuh cinta pada deru risaumu yang membuatku khawatir akan hari esok dan masa depan tapi dibalik itu, tatapan matamu seakan meyakinkanku bahwa kau selalu ada untukku, menggenggamku disaat tersulit, meski kutahu, semuanya hanya hayalan belaka yang selalu hadir dalam mimpi malamku.
Aku menunggumu hingga esok menjelang pergantian tahun.
with love,
bloom.



Komentar
Posting Komentar