What's your dream, love?
"Kalau begitu, apa mimpimu?"
Pandangannya lurus ke depan, memandang hamparan lautan sambil menyampirkan topi nya kebelakang. "Mimpiku?....A-aku tak punya mimpi."
"Kamu tidak ingin bermimpi menjadi presiden atau milyader kaya?"
"Hahaha bukannya itu adalah capaian yang terlalu tinggi untukku raih?" Pria itu tertawa lepas sambil menatap langit dikala matahari sudah hampir menyentuh ufuk barat. Helaan napasnya memberi jeda hingga rambutnya menutupi sebagian dahinya.
"Aku hanya tak ingin membodoh diriku saja. Terkadang tidak apa tak memiliki mimpi asal kamu bahagia menjalani hidup atau kamu bisa menargetkannya dengan capaian-capaian kecil, seperti mungkin bulan depan kamu ingin laptop baru maka berjuanglah mendapatkan uang dengan cara positif. Lalu kemudian mimpi kecilmu terwujud. Tidak usah yang muluk-muluk. Mulailah bermimpi dengan suatu hal yang bisa kamu perjuangankan."
"Mimpi itu untuk dicapai dan bukan hanya untuk berada sebatas angan saja. Jika kemampuanmu hanya sampai ujung kepalamu, lalu bagaimana mimpi itu akan kamu raih jika mimpi yang ingin kamu genggam tingginya dua kali lipat dari tinggi tubuhmu?" Pertanyaan itu menggantung tapi membawa makna mendalam. Tertegun sambil menikmati ombak. Pria itu memang pintar jika diajak untuk berdiskusi.
Kemudian lawan bicaranya bertanya sambil menenggak susu pisang yang tadi siang pria itu beli di mini market terdekat, "Berarti selama ini yang bermimpi tinggi-tinggi adalah mereka yang salah?"
Pria itu menghentakkan kakinya sambil bergoyang dan mulutnya sesekali bersiul, "Tak pernah ada yang salah tentang bermimpi. Kamu bisa membawanya setinggi langit harapanmu atau kamu juga bisa memberi batasan tentang mimpi itu sendiri. Mimpi adalah abstrak. Mimpi adalah dirimu. Kamu yang menentukan bagaimana mimpi itu akan terwujud."
"Lalu kalau aku bermimpi memilikimu apakah itu terlalu tinggi hingga capaiannya tak dapat kuraih meskipun umurku sudah memasuki duapuluh lima tahun?"
Alis pria yang lawan bicaranya tatap sedang menukik dan kemudian sudut bibirnya tersenyum. "Cheesy sekali..."
thanks to: “It’s all right to not have a dream, if you have moments where you feel happiness for a while.” —(“Paradise”)🏝🌆
with love,
blooms.

.jpg)


Komentar
Posting Komentar