•[crying over you]•




Ada satu cela dimana aku tak bisa menemukan luka. Acapkali poros yang kita lalui tak pernah mulus serta aksen suaramu selalu berubah seiring berubahnya raut wajah. 

Dungu memang, aku begitu menjadikan mu konstelasi dlm hidupku.

Disetiap malamnya kita menunjuk bintang yang kita suka. Namun, malam ini punggungmu tak terlihat. Hm, aku tidak ingin menjadi klise tapi lagi-lagi hal sama terus terulang; aku menangisimu.

Adalah ketika aku menangisimu ditengah gelapnya malam. Semuanya tampak  semu dan aku tahu bukan maksudmu itu.

Tawaku membahana hingga bahuku bergetar kencang. Aku harap, aku tahu alasanku menangis.

Tapi, semua jawaban tak tergenggam dan malam berbisik tentang dinginnya kala kabut menyambut saat pergantian waktu menuju satu pagi. Sungguh, aku tak tahu.

Ada bagian dimana kita saling membisu dan hanya melempar tatap. Afeksimu begitu kuat sekuat langkah kakimu yang memilih pergi. Kita membuat arti bahagia sendiri namun bahagia itu terhenti saat mentari mulai meredup di bulan Januari.


Hingga kasih, April menyambut,

Akupun masih menangisimu.


•[man oh man i wish i knew, i've been crying over you]•




with love,

bloom.

Komentar

Postingan Populer