•[seesaw]•




Kata orang ada rangkaian yang selalu membaur dalam dekapan tapi nyatanya semua itu omong kosong belaka.

Ada banyak nama yang ingin kupanggilkan untukmu namun yang keluar hanya sebatas nama aslimu saja. Lidahku kelu, kata orang itu artinya gugup.

Jelas, jika aku dihadapkan dengan kedua bola matamu yang sehitam arang, tentu saja seluruh tubuhku diam tak berfungsi.

Lalu kau menolehkan kepala dan bertanya, "Mengapa?"

Aku tak bisa menjawabnya karna disetiap jawaban yang ingin kujabarkan terselip nama sang penukik alis nomor satu--dirimu.

Hinggi aku berani bertanya, "Sejak kapan?"

Alismu menukik dengan kerutan di dahi serta matamu yang memicik tanda kebingungan, "Apanya?"

Aku mendengus, "Piano!"

Kepalamu menoleh sedikit menghadap wajahku dan kau menjawab dengan mudahnya, "Ah, karna kau menyukai 'Seesaw' versi piano."

Aku tergugu diam memproses ucapanmu hingga semenit kemudian aku menerjang punggung tegap yang sedang duduk menghadap benda kesayangan nomor duamu karna nomor satunya adalah aku.

"Ya kau yang nomor satu jadi jangan merasa tersaingi dengan benda mati ini!"

Aku mendecih tak suka, "Berhentilah membaca pikiranku!"


•selamat berjumpa sugar!•




with love,

bloom.

Komentar

Postingan Populer